Wednesday, September 30, 2015

Pendekatan Pasar Perpustakaan

1.      Pemasaran
   Pemasaran adalah kegiatan analisis perencanaan pelaksanaan dan pengendalian program-program  yang telah dirancang secara cermat yang dibuat untuk menciptakan tukar menukar sesuatu secara sukarela untuk mencapai sasaran sesuai dengan tujuan organisasi.
Pemasaran merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, marketing. Cronin menyatakan bahwa pemasaran berkaitan dengan usaha untuk memuaskan kebutuhan pelanggan atau pembeli. Ini berbeda dengan prinsip penjualan yang sebetulnya hanya menitikberatkan pada kebutuhan penjual saja.
Menurut  Joyce A. Endinger, istilah pemasaran merujuk pada manajemen yang efektif dari suatu organisasi dalam hubungan timbal balik dengan publik yang beragam. Pemasaran memang bukan sekedar kegiatan iklan atau promosi.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran adalah kegiatan manajerial yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk menciptakan tukar-menukar antara pembeli dan organisasi dengan cara yang efektif demi tujuan organisasi tersebut.
Dalam konsep pemasaran, menurut Philip Kotler dan Allan R. Andreas beranggapan seperti berikut ini :
1.      Untuk pemasaran orang cukup menggunakan keahlian teknis, mengenai produk atau kecakapan berkomunikasi.
2.      Dalam menyelenggarakan pemasaran orang belum terikat pada suatu strategi yang dianggap terbaik.
Dengan upaya pemberian informasi, motivasi dan pelayanan terhadap pasar.
Sebenarnya untuk konteks perpustakaan dapat dikatakan bahwa organisasi yang dimaksud adalah perpustakaan sedangakan penjual adalah pustakawan dan pembeli adalah pemakai perpustakaan. Sedangkan produk adalah semua jenis atau semua layanan yang diberikan perpustakaan.
Dalam konsep pemasaran dinamis, menurut Regis Mckena , terdapat tiga strategi pokok yang harus dilakukan , yaitu :
1.      Meraih posisi produk ( product positioning);
2.      Meraih posisi pasar (market positioning);
3.      Meraih posisi organisasi ( corporate positioning).
Untuk hal ini, yang dibahas pendekatan pasar. Salah satunya upaya yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan meraih posisi pasar yaitu :
1.      Memanfaatkan komunikasi dari mulut ke mulut.
2.      Membina infrasrtuktur pasar.

Monday, September 14, 2015

Cara Flash Ulang Lenovo A536

Selamat pagi :-)
Jumpa lagi agan-agan semua dengan kami Admin blog CSG Program
Kali ini sama seperti kemarin topik yang akan kami bahas yaitu tentang bagaimana cara flash atau install ulang Gadget Lenovo A536. Mungkin banyak dari agan-agan yang mengalami masalah dengan gadget satu ini, banyak dari teman admin yang mengeluh akan masalah yang timbul dari gadget ini seperti bootloop, sering error, dll.

OK gak usah terlalu panjang basa-basi langsung aja... CHECK IT OUT......

Pertama dan yang paling penting adalah agan-agan harus memiliki alat tempurnya, diantaranya yaitu:
- USB Driver Lenovo A536. Monggo disedot
- Stockrom Lenovo A536. Monggo disedot
- SP Flash Tool. Monggo disedot

Selanjutnya :

1. Silahkan install driver usb yang agan-agan sudah download tadi
2. Silakan ekstrak SP Flash tool beserta Stockrom yang sudah agan download tadi
3. buka sp flashtool tadi dengan cara meng run as administratornya, seperti gambar dibawah ini
3. Setelah terbuka, pilih scatter-loading kemudian arahkan ke folder hasil dari extract stockrom tadi , pilih MT6582_Android_scatter.txt bisa dilihat gambar dibawah ini
4. Terakhir silahkan lepas batrai hp lenovo agan-agan kemudian tekan F9 atau klik tulisan download. setelah itu sambungkan hp agan ke pc sambil menekan tombol volume - . proses akan berjalan dan tinggal ditunggu hasilnya :-)



thanks sudah berkunjung
Salam CSG Program :-)

Cara Mengatasi Customrom Yang Tidak Bisa 3g ( H, H+ )

Oke gan jumpa lagi hehe
Kali ini saya akan memberikan sebuah tutorial tentang bagaimana cara atasi Customrom yang tidak bisa 3g nya. Disini saya akan menjadikan HP saya yaitu ZTE Blade L2 sebagai contohnya karena banyak yang sering mengalami hal ini. Lansung saja ya ke langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. silahkan buka custom rom yang agan mau instal dan juga stockrom agan yang berbentuk zip atau apa saja yang nanti bisa di copy modem.img nya
  2. buka folder system > etc > firmware
  3. Yang terakhir yaitu ganti modem_1_wg_n.img dengan menggunakan modem_1_wg_n.img yang ada di stockrom

    Setelah langkah diatas dilakukan silahkan customrom agan diinstall. 


    Sekian tutor dari ane semoga bermanfaat gan 
    dan terima kasih sudah berkunjung :-)

Saturday, September 12, 2015

Manfaat TI bagi Perpustakaan


PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan dan teknologi (Iptek) yang didukung oleh teknologi yang berbasis komputer dan komunikasi berdampak pada terjadinya ledakan informasi (information explosion). Teknologi informasi (TI) telah dimanfaatkan untuk mencipta, memproses, mengolah, menyimpan dan menyebarluaskan informasi. Berbagai sumber informasi muncul dalam aneka tempat atau wadah dengan bentuk materi tercetak (printed), terekam (recorded) dan terpasang (online). Disamping dalam bentuk hardcopy seperti buku, majalah, surat kabar yang bersifat konvensional, kini banyak pula yang berbentuk elektronik seperti e-book, e-jurnal, e-newspapers dan bentuk elektronik lainnya, yang merupakan contoh dari perkembangan Iptek yang didukung oleh TI.
 
Penguasaan Iptek terkait erat dengan penguasaan TI. Kebutuhan terhadap informasi yang beragam, cepat dan tepat menuntut penggunaan TI. Pengelolaan informasi secara manual akan mengakibatkan ketertinggalan, karena orang berlari kita berjalan. Pada hakikatnya TI adalah pemanfaatan teknologi dalam penciptaaan, penyimpanan, pengelolann dan pelayanan informasi. Dalam hal ini terdapat 3 pakar atau keahlian yang sangat berperan, yaitu 1) Pakar/keahlian dalam ilmu komputer yang selalu mmengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta memungkinkan pekerjaan manusia dilakukan dengan menggunakan mesin; 2) Pakar/keahlian dalam ilmu komunikasi yang selalu mengembangkan sarana komunikasi dan memungkinkan terhubungnya antar pencipta, pengeloa dan pengguna informasi; 3) Pakar/keahlian dalam ilmu perpustakaan dan informasi (pustakawan) yang selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta melakukan kegiatan pengumpuan, pengolahan dan pelayanan informasi. 

Dalam paradigma baru, perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, segar segar menawarkan hal-hal yang baru, produk layanan yang inovatif, sehingga apapun yang ditawarkan oleh perpustakaan akan menjadi atraktif, interaktif, edukatif dan rekreatif bagi pengunjungnya. Koleksi yang dimiliki perpustakaan merupakan kekayaan (asset) yang harus sebesar-besarnya dimanfaatkan oleh pengguna secara optimal. Sumber informasi (resources) yang dulunya berbentuk satu media (one medium), kini berbentuk maya dan multimedia. Layanan (services) perpustakaan yang dulu berperan sebagai gudang berubah sebagai pasar (supermarket). Pustakawan yang sebelumnya hanya berperan pasif (menunggu pengguna), kini justru harus bisa mempromosikan dan memberdayakan penggunanya2. 

Penggunaan TI di perpustakaan sering menjadi tolok ukur kemajuan dan modernisasi dari sebuah perpustakaan. Hal ini tentu tidak bisa dipungkiri mengingat tuntutan masyarakat yang memang sudah “tahu dan pintar” dengan segala macam bentuk TI. Gejala dan permasalahan serta fenomena inilah yang membawa dampak kepada apa yang disebut dengan Layanan Perpustakaan Berbasis TI. Tentunya ini dengan harapan bahwa apa yang menjadi pertanyaan banyak orang mengenai sentuhan TI di perpustakaan sedikit terjawab melalui layanan berbasis TI ini. 
Perkembangan perpustakaan dilihat dari kepentingan pengguna dirasakan belum menggembirakan. Masih banyak “tuntutan” pengguna yang belum dapat dipenuhi oleh perpustakaan, termasuk tersedianya akses layanan berbasis TI ini. Pengembangan TI di sebuah perpustakaan sebenarnya merupakan wujud dari berbagai kepentingan. Kepentingan ini yang mendorong perpustakaan untuk melakukan modernisasi pelayanan dan menerapkan TI dalam aktifitas kesehariannya. Tuntutan kepentingan-kepentingan yang sedemikian besar ini seakan menjadikan “cambuk” bagi perpustakaan untuk berbenah dan selalu berpikir untuk dapat memberikan yang terbaik melalui fasilitas TI ini. 

TEORI
Implementasi TI dalam layanan perpustakaan dari waktu ke waktu akan terus berkembang baik untuk keperluan automasi perpustakaan maupun penyediaan media / bahan pustaka berbasis TI ini. Berdasarkan pengamatan, sebenarnya kepentingan ini secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua yakni kepentingan institusi dan kepentingan pengguna perpustakaan. Hanya terkadang apa yang menjadi kepentingan institusi sepertinya “belum berpihak” banyak kepada kepentingan pengguna. Belum lagi masalah prioritas, perpustakaan masih merupakan prioritas kesekian bagi lembaga induknya dalam hal pendanaan dan pengembangan.
Perubahan paradigma pekerja informasi menuntut perubahan dalam melayani pengguna. Pengguna perpustakaan harus dikenali dengan baik, perlakuan kepada mereka harus bervariasi. Pengguna (users) adalah istiah umum yang digunakan, tetapi ada diantara mereka yang dikelompokkan sebagai anggota (members), pembaca (readers), pemerhati (patrons), pelanggan (customers), ataupun sebagai klien (clients). Dengan demikian layanan kepada masing-masing peran pengguna, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kriteria mereka.

Pustakawan harus mampu menghadapi perkembangan informasi yang terus berpacu dengan perkembangan teknologi di era global ini. Supaya berhasil mengatasinya, pustakawan sebagai tenaga profesional harus memiliki beberapa ketrampilan, antara lain : 

* Adaptability 
Pustakawan hendaknya cepat berubah menyesuaikan keadaan dan sebaiknya adaptif memanfaatkan teknologi informasi. Pustakawan dalam memberikan nformasi tidak lagi hanya bersumber pada buku teks dan jurnal yang ada di rak, tetapi juga memanfaatkan internet untuk mendapatkan informasi yang up todate bagi penggunanya4

* People skills (soft skills) 
Pustakawan adalah mitra intelektual yang memberikan jasanya kepada pengguna dengan kemampuan berkomunikasi yang bagus baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu pustakawan dengan kriteria-kriteria berikut sangat diperlukan sebagai people skills yang kuat, yaitu : 
a. Pemecahan masalah (kreatifitas, pencair konflik) 
b. Etika (diplomasi, jujur, profesional) 
c. Terbuka (fleksibel, terbuka untuk wawasan bisnis, berpikir positif) 
d. Perayu (ketrampilan komunikasi dan mendengarkan atentif) 
e. Kepemimpinan (bertanggung jawab dan kemampuan memotivasi)
f. Berminat belajar (haus akan pengetahuan dan perkembangan). 
People skills ini dapat dikembangkan dengan membaca, mendengarkan kaset-kaset positif, berkenalan dengan orang positif, bergabung dengan organisasi positif lain dan kemudian diaplikasikan dalam aktivitasnya sehari-hari5. 

* Positive Thinking
Pustakawan diharapkan menjadi orang di atas rata-rata. Sebagai pemenang yang selalu berpikiran positif, sehingga jika dihadapkan pada pekerjaan besar seharusnya berkata “yes” kami bisa. Tidak ada pesimisme dalam kamus hidup pustakawan.

* Personal Added Value
Pustakawan tidak hanya lihai dalam mengatalog, mengindeks, mengadakan bahan pustaka dan pekerjaan rutin lainnya, tetapi di era global ini pustakawan harus mempunyai nilai tambah sebagai navigator unggul dalam mencari informasi khususnya di dunia internet. 

* Berwawasan Enterpreneurship 
Pustakawan harus berpikir kewirausahaan (entrepreneurship) agar dalam perjalanan sejarahnya nanti dapat bertahan. Paradigma lama bahwa perpustakaan hanya pemberi jasa yang notabene tidak ada uang harus segera ditinggalkan. Pustakawan yang berwawasan bisnis, terutama di era otonomi, perpustakaan secara perlahan harus menjadi income generation unit.

* Team Work - Sinergi
Di dalam era global yang ditandai dengan maraknya internet dan membludaknya informasi, pustakawan seharusnya tidak lagi bekerja sendiri. Mereka harus membentuk team kerja dengan tenaga professional lainnya untuk bekerjasama mengelola informasi.
Dengan enam ketrampilan di atas diharapkan pustakawan akan terus berkembang menjalankan tugasnya seiring dengan perubahan jaman yang begitu cepat. Profesionalisme pustakawan akan lebih mendarah daging dan menjiwai setiap aktivitasnya.

PEMBAHASAN
Teknologi dalam hal ini TI bukan merupakan hal yang murah. Perpustakaan yang ingin mengimplementasikan TI dalam layanan dan aktifitasnya perlu merencanakannya secara matang. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak ada kesia-siaan dalam perencanaan dan pengembangan yang berakibat pula pada pemborosan waktu, tenaga, pikiran dan keuangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam rangka penerapan TI pada perpustakaan, yakni:
1.Dukungan Top Manajemen / Lembaga Induk
2.Kesinambungan / Kontinuitas
3.Perawatan dan Pemeliharaan
4.Sumber Daya Manusia
5.Infrastruktur Lainnya seperti Listrik, Ruang/Gedung, Furniture, Interior Design, Jaringan Komputer, dsbnya.
6.Pengguna Perpustakaan seperti faktor kebutuhan, kenyamanan, pendidikan pengguna, kondisi pengguna, dll
Hal-hal tersebut diatas akan menentukan sejauh mana keberhasilan penerapan TI di perpustakaan dapat berjalan dengan baik. 

Penerapan TI dalam bidang layanan perpustakaan ini dapat dilihat dari beberapa hal seperti uraian berikut :

- Layanan Sirkulasi 
Penerapan TI dalam bidang layanan sirkulasi selain layanan peminjaman dan pengembalian, statistik pengguna, dan administrasi keanggotaan, dapat juga dilakukan layanan silang layan antar perpustakaan yang akan lebih mudah dilakukan apabila TI sudah menjadi bagian dari layanan sirkulasi ini. Seperti sudah dimungkinkannya adanya self-services dalam layanan sirkulasi melalui fasilitas barcoding dan RFID (Radio Frequency Identification). Termasuk mulai digunakannya SMS, Faksimili dan Internet, didalam layanan sehari-hari.

- Layanan Referensi & Hasil-hasil Penelitian
Penerapan TI dalam layanan ini dapat dilihat dari tersedianya akses untuk menelusuri sumber-sumber referensi elektronik / digital dan bahan pustaka lainnya melalui kamus elektronik, direktori elektronik, peta elektronik, hasil penelitian dalam bentuk digital, dan lain-lain.

- Layanan Periodikal
Pengguna layanan periodikal (jurnal, majalah, terbitan berkala lainnya) akan sangat terbantu apabila perpustakaan mampu menyediakan kemudahan dalam akses ke dalam jurnal-jurnal elektronik, baik itu yang diakses dari database lokal, global maupun yang tersedia dalam format CD. Bahkan silang layan dan layanan penelusuran informasipun bisa dimanfaatkan oleh pengguna dengan bantuan teknologi informasi seperti internet.

- Layanan Multimedia / Audio-Visual
Layanan multimedia / audio-visual atau yang lebih dikenal sebagai layanan “non book material” adalah layanan yang secara langsung bersentuhan dengan TI. Pada layanan ini pengguna dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam bentuk Kaset Video, Kaset Audio, MicroFilm, MicroFische, CD, Laser Disk, DVD, Home Movie, Home Theatre, dll. Layanan ini juga memungkinkan adanya media interaktif yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk melakukan pembelajaran, dsbnya. 

- Layanan Internet & Computer Station
Internet sebagai icon penting dalam TI, sudah tidak asing lagi dalam kehidupan semua orang. Untuk itu perpustakaanpun harus dapat memberikan layanan melalui media ini. Melalui media web perpustakaan memberikan informasi dan layanan kepada penggunanya. Selain itu perpustakaan juga dapat menyediakan akses internet baik menggunakan computer station maupun WIFI / Access Point yang dapat digunakan pengguna sebagai bagian dari layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Pustakawan dan perpustakaan juga bisa menggunakan fasiltas web-conferencing untuk memberikan layanan secara online kepada pengguna perpustakaan. Web-Conferencing ini dapat juga dimanfaatkan oleh bagian layanan informasi dan referensi. OPAC atau Online Catalog merupakan bagian penting dalam sebuah perpustakaan, untuk itu perpustakaan perlu menyediakan akses yang lebih luas baik itu melalui jaringan lokal, intranet maupun internet.

- Keamanan
Teknologi informasi juga dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam perpustakaan. Melalui fasilitas semacam gate keeper, security gate, CCTV dan lain sebagainya, perpustakaan dapat meningkatkan keamanan dalam perpustakaan dari tangan-tangan jahil yang tidak asing sering terjadi dimanapun.

- Pengadaan
Bagian Pengadaan juga sangat terbantu dengan adanya teknologi informasi ini. Selain dapat menggunakan TI dan internet untuk melakukan penelusuran koleksi-koleksi perpustakaan yang dibutuhkan, bagian ini juga dapat memanfaatkannya untuk menampung berbagai ide dan usulan kebutuhan perpustakaan oleh pengguna. Kerjasama pengadaan dengan berbagai pihak juga menjadi lebih mudah dilakukan dengan adanya TI ini.
Implementasi TI dalam layanan perpustakaan dari waktu ke waktu akan terus berkembang seiring makin kompleksnya keperluan automasi perpustakaan maupun penyediaan media / bahan pustaka yang berbasis TI.

PENUTUP
Perkembangan ilmu pengetahuan dan dan teknologi (Iptek) yang didukung oleh teknologi yang berbasis komputer dan komunikasi berdampak pada terjadinya ledakan informasi (information explosion). Penguasaan Iptek terkait erat dengan penguasaan TI. Kebutuhan terhadap informasi yang beragam, cepat dan tepat menuntut penggunaan TI. Tidak terkecuali perpustakaan sebagai tempat pengumpulan, pengelolaan, dan pelestarian segala macam bentuk informasi. Peran perpustakaan dan pustakawan sebagai pekerja informasi telah bergeser dari peran konvensional berubah ke peran yang lebih moderen. Peran yang menuntut mereka harus mampu bekerja secara lebih profesional, yaitu mampu untuk seangkah lebih maju dari pengguna perpustakaan (users).
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa perkembangan informasi yang disertai dengan layanan perpustakaan berbasis TI dapat diterapkan di semua bagian perpustakaan. Hal tersebut tergantung pada bagaimana dan apa kebutuhan pengguna dan juga perpustakaan. Proses pengembangan perpustakaan berbasis TI ini harus memperhatikan kepentingan pengguna dan juga kepentingan institusi/organisasi induk yang menaunginya. Termasuk didalamnya faktor kemampuan finansial dari perpustakaan/lembaga induk untuk menerapkan TI dalam layanan perpustakaan ini. Karena TI sebagai sesuatu yang cukup “mahal” merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan lagi.
Demikian juga dengan pustakawan sebagai tenaga pengelola perpustakaan yang senantiasa harus siap menghadapi tantangan perkembangan informasi dan teknologi yang mengiringinya. Dengan sikap dan peran yang terbuka, kreatif, inovatif dan menyukai tantangan, insyaallah terwujud hubungan yang manis antara pustakawan, informasi dan teknologi informasi.


DAFTAR PUSTAKA

1.Hermawan S., Rachman dan Zen, Zulfikar. Etika Kepustakawanan: Suatu 
Pendekatan Terhadap Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta: Sagung Seto, 2006
2.Qalyubi, Syihabuddin, dkk. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan Dan Informasi. 
Yogyakarta: Jurusan IPI F.Adab UIN Suka, 2003
3.Rice, James. Teaching Library Use: A Guide For Library Instruction. London: 
Greenwood Press, 1981.
4.Sulistyo, Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka 
Utama, 1993
5.Muin, A. Indonesia di Era Dunia Maya. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000
6.Surachman, Arif. Layanan Perpustakaan Berbasis Tekmologi Informasi. http://pustaka.uns.ac.id/?opt=1001&menu=news&option=detail&nid=60# diakses pada Selasa 14 Oktober 2008 pukul 10.15 WIB
7.http://eprints.rclis.org/archive/00008595/01/prof-profesi.pdf diakses pada Rabu 15 Oktober 2008 pukul 11.35 WIB.
8.Wijoyo, Widodo H. Pendidikan Pengguna di Perpustakaan Perguruan Tinggi: 
Prediksi Tentang Kendala Pelaksanaannya. http://widodo.staff.uns.ac.id/2008/12/15/ pendidikan-pengguna-di-perpustakaan-perguruan-tinggi-prediksi-tentang-kendala-pelaksanaannya/ diakses pada Rabu 31 Desember 2008 pukul 10.15 WIB
sumber web:

Belajar MySql ( membuat Database )

Membuat Database menggunakan Mysql ( CMD )

Oke sobat tejha kali ini admin akan membagikan sebuah tutorial yang sekiranya bisa bermanfaat terutama dikalangan mahasiswa seperti saya ini hehe :-) .

First, yang harus sobat ketahui ialah bahwa jjika sobat ingin bermain mysql sobat harus terlebih dahulu menginstall aplikasi xampp pada PC or Laptop sobat .

jika belum terinstal silahkan sobat search di mbah gogel banyak kok hehehe. lanjut ke tahap selanjutnya, jika teman-teman sudah menginstall xampp selanjutnya jalankan aplikasi xampp sobat dan klik start pada Apache dan Mysql seperti gambar dibawah ini

   jika sudah mengaktifkan yooook mari kita lanjooot ke tahap berikutnya :-) :-)

okey lanjut ya sobat tejha. simple aja dah lansung ke inti-inti oke :-)
setelah runing Apache dan Mysql silahkan sobat buka CMD. kalau mau cepat silahkan tekan gambar tombol windows di keyboard + R tuliskan CMD dan enter. Tampilannya seperti dibawah ini bila sudah terbuka :
jika sudah terbuka silahkan ketikkan : cd\xampp\mysql\bin kemudian tekan enter. angkan muncul seperti gambar dibawah ini
setelah seperti gambar diatas, ketikkan lagi mysql -u root kemudian enter . makan muncul seperti ini
Setelah tahap-tahap diatas berhasil di eksekusi, kita lanjut ke tahap selanjutnya yaitu membuat database

pertama ketik create database nama database yang sobat mau kemudian diakhiri ; (titik koma). contoh : create database teja; setelah berhasil silahkan ketik show databases; jangan lupa titik koma( ; ). setelah itu akan muncul database-database yang ada . kalau ada yang sobat buat tadi berarti sukses.


untuk selanjutnya admin akan mengupload cara membuat table dan berbagai macam kode yang dipakai. jadi ditunggu dulu yah :-)